Featured News

No Comments

June 17, 2010

Kenakalan Remaja

askum buat semuanya yang baca blog saya yang bertemakan kenakalan remaja……

Di jaman yang serba instan ini menyebabkan kesenjangan antara kaya dan miskin semakin jelas bedanya. bisa saja seorang pelajar melampiaskan kekesalannya karena tidak mempunyai sesuatu dengan mencuri atau merampas atau dengan cara yang lain. Di beberapa tahun ini kecenderungan tersebut meningkat dari hanya sebatas personal menjadi identitas kelompok yang berakibat maraknya tawuran, kerusuhan, dan lain sebagainya.

Karena mungkin adanya keinginan yang tak ter penuhi, sehingga beber apa pelajar cender ung bertindak anarkis. Mereka biasanya melakukan tawuran hanya dikarenakan alasan alasan yang sepele seper ti saling mengejek, r ebutan suatu bar ang, r ebutan pacar , dan lain sebagainnya.

nah…. foto yang di atas tu lok di lihat enakn yang mna??? yang tawuran apa yang lgi kumpul2 sama teman dengan damai..hehhehehe…..

REMAJA DAN PERMASALAHANNYA :
BAHAYA MEROKOK, PENYIMPANGAN SEKS PADA
REMAJA, DAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN MINUMAN
KERAS/NARKOBA

MASA REMAJA
Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami
peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik
emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah
(Hurlock, 1998). Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami masalah
psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat
terjadinya perubahan sosial (TP-KJM, 2002).
Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang
batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Pubertas yang
dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai
patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang
dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan
bahkan sebelum usia 11 tahun. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja
sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa
dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Ia
belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa, meski di saat yang sama ia
juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan
jelas dapat diukur, remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang
pasti. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena
kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka
dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa.
Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan,
namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan
bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. Namun satu hal yang
pasti, konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan
perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Untuk dapat kepuasan yang tersendiri

CATEGORY: Artikel